David
Yosuanto
Sebagai Product Leader, fokus saya adalah mendorong product-led growth melalui evidence-based decision making dan empati terhadap pengguna. Buat saya, setiap inisiatif yang dieksekusi harus bisa menyelesaikan masalah nyata di lapangan dan menaikkan metrik bisnis.
Di sisi lain, saya juga berpraktik sebagai pengembang kurikulum dan instruktur. Saya menyusun dan mengajar program pelatihan yang menghubungkan sisi teknologi dengan manajemen produk. Lebih dari itu, saya adalah eksekutor teknis. Saya terjun langsung membangun aplikasi level produksi dan agentic workflow secara end-to-end, dari tahap spesifikasi hingga rilis.

Merancang kurikulum yang berakar pada realitas produksi
Menyelenggarakan pelatihan itu satu hal. Memastikan tim kamu benar-benar mempraktikkannya di lapangan? Itu cerita lain. Kalau kamu mengelola bootcamp atau memimpin corporate training, masalah ini pasti familier.
Saya sering melihat kurikulum yang menjanjikan di atas kertas, tapi gagal saat dieksekusi karena jauh dari realitas operasional. Saran saya: kurikulum harus ditulis oleh praktisi, dan saya siap menyusun sekaligus mengajarkannya.
- AI & engineering track: kurikulum mulai no-code automation, implementasi RAG, hingga arsitektur agentic yang relevan dengan kasus industri.
- PM bootcamp (standar SKKNI): lebih dari teori manajemen. Fokus pada discovery, prioritas, dan cara natural menyisipkan AI ke workflow manajerial.
- Corporate training & workshop: punya masalah teknis spesifik di tim? Saya bantu rumuskan kurikulumnya dan latih tim kamu langsung.
Butuh partner untuk menyusun sekaligus mengajarkan kurikulumnya?
Mengotomatisasi operasional, mengeksekusi solusi nyata
Sebagai founder atau pengambil keputusan, kamu mungkin pernah berpikir: "Tambah orang saja biar operasional cepat." Nyatanya, menambah headcount untuk kerja manual sering hanya memperberat koordinasi. Saya pernah ada di posisi ini.
Faktanya, efisiensi sejati datang dari infrastruktur yang tepat. Kalau kamu butuh eksekutor teknis untuk membangun software atau agentic workflow, saya wujudkan dari nol hingga rilis, memangkas proses manual dan melipatgandakan akurasi data.
- Agentic AI workflow: arsitektur LLM untuk mengambil alih tugas manual di belakang layar. Waktu lebih hemat, presisi operasional terjaga.
- Aplikasi produksi spec-driven: platform SaaS atau tools internal. Visi produk kamu saya eksekusi dari dokumen spesifikasi sampai aplikasi siap pakai.
- Arsitektur teknologi skalabel: fondasi kelas produksi tanpa over-engineering, stack modern yang dipilih sesuai kebutuhan, dari lapisan data hingga API AI.
Punya proses manual yang ingin kamu pangkas?
Tulisan terbaru
Semua artikel
AI Klinis Punya Masalah Pembuktian, dan Masalah Itu Adalah Ekonomi
Adopsi AI klinis butuh lebih dari akurasi dan izin edar. Tanpa kasus ekonomi standar dan integrasi alur kerja, penerapan di rumah sakit akan terhenti.

Pemikiran Kritis dengan AI Adalah Keterampilan Berbeda, dan Dapat Diukur
Pemikiran kritis umum tidak otomatis berlaku pada AI. Literasi AI adalah syarat produk yang wajib diukur, bukan sekadar aspirasi.

Skill Menggantikan Prompt sebagai Unit Reusability Baru
Library prompt tidak pernah berkembang majemuk. Skill yang dipaketkan dan diversi telah menjadi unit baru yang mengubah apa yang diakumulasi oleh organisasi.